10 Tahun Pengalaman Migas", fakta atau manipulasi informasi
Dalam Acara SKK MIGAS. Dok Foto( Red)
SIGAPNEWS.CO.ID | Pekanbaru - Seorang pengamat Migas Riau, M. Yunus, berikan kritisi tentang informasi Publik hari ini yang sedang mempertontonkan sebuah manipulasi makna yang berbahaya: klaim “lebih dari 10 tahun pengalaman migas” yang dibangun bukan dari rekam jejak operasional, melainkan dari rangkaian label akademik, pelatihan, dan jabatan non-lapangan yang dipoles seolah-olah setara dengan karier hulu migas.
" I am petroleum geoscenctist an energy professional with more than 10 years experience...." linkedin.com/in/satria-antoni-phd-bb461ba6"
M.Yunus yang juga pernah bekerja di Bold selama 4 tahun kepada awak media juga mengatakan," Seorang petroleum geosciences setidaknya pernah melakukan full field plan of development termasuk reserve calculation sekelas basin. Namun klaim ini terasa terlalu berlebihan bagi Doktor Satria Antoni yg basicnya ahli perikanan UNRI, Faperi UNRI."
Lanjut M.Yunus, Berdasarkan penelusuran kronologis atas profil profesional yang dipublikasikan secara terbuka di linkedin.com, kandidat tipikal yang dielu-elukan sebagai “pakar migas” justru menghabiskan periode 2007–2021 hampir sepenuhnya di bangku pendidikan: sarjana, magister, hingga doktoral bidang kelautan. Selama ±14 tahun, aktivitas utamanya adalah studi formal. Walaupun dlm bidang kelautan tersebut terdapat
Dalam periode yang sama memang tercatat keterlibatan di perusahaan migas global, namun seluruhnya berstatus internship dan training yang tumpang tindih langsung dengan masa S2 dan S3. Ini bukan pekerjaan, ini aktivitas kemahasiswaan.
"Dalam dunia industri, menyamakan internship dengan pengalaman kerja penuh waktu adalah bentuk penyesatan terminologi.
Setelah kelulusan doktoral pada 2021, barulah muncul rekam jejak profesional penuh waktu. Namun jika dikalkulasi secara jujur, hingga 2025 total pengalaman tersebut hanya sekitar delapan tahun, dan ketika disaring khusus pada sektor migas praktis, menyusut menjadi sekitar empat tahun. Itupun mayoritas berada pada fungsi:
koordinasi,
pengelolaan pemangku kepentingan,
jabatan PI holder,
peran akademik dan kebijakan."sebut M.Yunus
Tidak ditemukan jejak signifikan pada operasi inti hulu migas: tidak pada reservoir engineering, tidak pada drilling, tidak pada production, tidak pada pengambilan keputusan lapangan yang menanggung risiko teknis dan HSSE.
Namun dari profil semacam ini, publik disuguhi klaim “10+ tahun pengalaman migas operasional”.
Ini bukan sekadar bias, ini adalah distorsi struktural terhadap makna profesionalisme migas:
- Internship dijual sebagai karier.
- PI holder dipromosikan seolah operator.
- Akademisi dan policy officer dipoles menjadi “field leader”.
Inilah yang menjelaskan mengapa BUMD energi hari ini kerap dipimpin oleh figur simbolik: kuat di panggung seminar, fasih di ruang rapat, tetapi asing terhadap tekanan rig, sumur mati, water cut melonjak, atau keputusan shut-in yang bernilai jutaan dolar.
"Selama negara terus membiarkan manipulasi definisi ini, maka yang sesungguhnya sedang dibangun bukan kepemimpinan migas — melainkan branding kosong yang berpotensi merusak aset strategis nasional." Tutup M.Yunus
Editor :Erick Donald Simanjuntak
Source : Rilis