Waspadai Radikalisasi Digital dan Eks-HTI
Densus 88 Gandeng Depag Sorong Sosialisasi Pencegahan Paham IRET
Densus 88 Gandeng Depag Sorong Sosialisasi Pencegahan Paham IRET. Dok foto(Red)
SIGAPNEWS.CO.ID | Sorong, - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Eksptremisme, dan Terorisme (IRET) di Kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Papua Barat, Kombes Pol. Gede Suardana, S.Pd., M.M., bersama tim satgaswil ini, difokuskan pada upaya kontra-radikalisasi terhadap kelompok eks Hizbut Tahrir Indonesia (ex-HTI) serta antisipasi terhadap ancaman radikalisasi digital yang kian masif melalui ruang siber.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Depag Kabupaten Sorong, Fentje Burdam, didampingi jajaran pimpinan lainnya, di antaranya Kasubag TU Lukas Sodi, Kasi Bimas Islam Jumain, serta para kepala seksi dari berbagai unsur agama (Kristen, Katolik, Hindu, dan Pendidikan Islam).
Dalam arahannya, Kombes Pol. Gede Suardana memberikan gambaran umum mengenai perkembangan ideologi transnasional yang masih berpotensi menyasar aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat melalui pendekatan terselubung. Ia secara khusus menyoroti pola penyebaran paham ex-HTI yang saat ini banyak memanfaatkan narasi keagamaan dan isu sosial sebagai sarana propaganda.
"Sangat penting bagi jajaran Kementerian Agama untuk menjadi benteng terdepan dalam menangkal penyimpangan pemahaman keagamaan yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI," tegas Kasatgaswil.
Selain fokus pada kelompok tertentu, sosialisasi ini juga memberikan edukasi mengenai bahaya radikalisasi digital. Peserta dibekali pemahaman tentang literasi digital agar lebih waspada terhadap konten provokatif, hoaks, maupun grup media sosial tertutup yang berbasis algoritma radikal.
Kepala Kantor Depag Kabupaten Sorong, Fentje Burdam, menyambut baik inisiatif ini. Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi guna memetakan kendala dalam upaya pencegahan radikalisme di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, Satgaswil Papua Barat dan Depag Kabupaten Sorong berkomitmen memperkuat sinergi dalam pertukaran informasi dan deteksi dini. Aparatur keagamaan diharapkan mampu menjadi agen moderasi beragama yang efektif dalam menangkal pengaruh paham radikal demi menjaga kondusivitas di wilayah Papua Barat Daya.
Editor :Erick Donald Simanjuntak
Source : Rilis