Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMAN 1 Raja Ampat
Satgaswil Papua Barat Densus 88 Gelar Sosialisasi di SMAN 1 Raja Ampat. Dok foto(Red)
SIGAPNEWS.CO.ID | Raja Ampat, - Direktorat Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri melalui Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Papua Barat dan Papua Barat Daya melaksanakan program "Goes to School" di SMA Negeri 1 Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dini kepada generasi muda mengenai bahaya paham intoleran dan radikalisme.
Sosialisasi ini dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Papua Barat dan Papua Barat Daya, Kombes Pol Gede Suardana, S.P.D., M.M., beserta tim. Mengusung tema "Mari Torang Bentengi Generasi Muda dari Paham Intoleran, Kekerasan, Radikalisme, dan Terorisme", kegiatan ini menekankan bahwa terorisme bukanlah kejadian instan, melainkan sebuah proses panjang yang dimulai dari perubahan pemikiran.
Memahami Tahapan Terorisme
Dalam paparannya, Kombes Pol Gede Suardana menjelaskan tiga tahapan seseorang terpapar paham berbahaya:
1. Intoleran: Terpapar dari sisi pikiran atau pemahaman (ketidakinginan menghargai perbedaan).
2. Radikal: Terpapar dari sisi sikap (menginginkan perubahan besar dengan cara yang keras).
3. Terorisme: Terpapar dari sisi tindakan (melakukan aksi kekerasan yang menimbulkan ketakutan massal).
Sesuai dengan UU No. 5 Tahun 2018, terorisme didefinisikan sebagai perbuatan yang menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan suasana teror secara meluas, dengan motif ideologi, politik, atau gangguan keamanan.
Fenomena di Kalangan Pelajar
Selain isu terorisme, sosialisasi ini juga menyoroti perilaku negatif yang sering terjadi di lingkungan sekolah sebagai benih awal intoleransi, di antaranya:
* Rasisme: Tindakan diskriminasi atau bullying berdasarkan ras atau etnis.
* Xenophobia: Ketakutan berlebihan atau rasa tidak suka terhadap orang asing/di luar kelompoknya yang sering memicu sikap tertutup.
* Sexisme: Prasangka berdasarkan gender yang memicu tindakan penindasan antar siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMAN 1 Raja Ampat dapat menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi toleransi serta mampu menjaga diri dan lingkungan dari pengaruh organisasi terlarang di Indonesia.
Editor :Erick Donald Simanjuntak
Source : Rilis