Lawan Tambang Ilegal Hingga Dikeroyok
Kapolda Sumbar dan Andre Rosiade Jenguk Nenek Saudah: Pelaku Kita Kejar!
Nenek Saudah bersama Kapolda Sumbar dan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI. Dok foto(Red)
SIGAPNEWS.CO.ID | Pasaman, - Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Gatot Tri Suryana bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengunjungi Nenek Saudah (67) di kediamannya, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Minggu (18/1/2026). Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan moral dan kehadiran negara bagi warga lansia yang menjadi korban pengeroyokan akibat keberaniannya menolak aktivitas tambang ilegal.
Hadir dalam kunjungan tersebut jajaran pejabat daerah, antara lain Wakil Ketua DPRD Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman, Bupati Pasaman Welly Suhery, Wakil Bupati Parulian Dalimunte, Ketua DPRD Pasaman Nelfri Affandi, serta Kapolres Pasaman AKBP Muhammad Agus Hidayat.
Dalam kesempatan tersebut, Andre Rosiade menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisme dan intimidasi, terutama terhadap warga yang berjuang menjaga lingkungan. "Negara hadir dan tidak akan membiarkan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang ilegal. Nenek tidak sendirian," ujar Andre memberikan penguatan kepada Nenek Saudah dan putranya, Asparuddin.
Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade memberikan penguatan moril kepada Nenek Saudah dan putranya, Asparuddin. Andre menegaskan bahwa negara tidak boleh kalah oleh kekerasan dan intimidasi, terlebih terhadap warga yang berjuang mempertahankan lingkungan dari praktik ilegal.
"Negara hadir dan tidak akan membiarkan kekerasan terhadap warga yang menolak tambang ilegal. Nenek tidak sendirian," tegas Andre.
Guna menjamin keamanan korban, Kapolda Sumbar menginstruksikan pengamanan melekat di rumah korban. Irjen Pol. Gatot Tri Suryana memerintahkan Kapolres Pasaman untuk menempatkan personel Bhabinkamtibmas guna berjaga setiap hari di lokasi tersebut.
"Kami siap mengawal keamanan Nenek Saudah. Saya minta Nenek dibikin senang dan nyaman agar cepat sembuh. Jika ada yang mengganggu, segera laporkan langsung," tegas Irjen Pol. Gatot Tri Suryana.
Selain aspek keamanan, Kapolda Sumbar juga memastikan pelayanan kesehatan maksimal bagi korban. Ia menawarkan rujukan ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang jika Nenek Saudah memerlukan perawatan medis lanjutan.
"Kalau memang perlu dirawat lebih lanjut, kita bawa ke Padang. Kita punya Rumah Sakit Bhayangkara. Dokter akan lakukan pemantauan rutin," ungkapnya.
Terkait proses hukum, Kapolda Sumbar mengungkapkan bahwa satu dari empat terduga pelaku telah berhasil ditangkap, sementara tiga lainnya masih dalam pengejaran. Ia menegaskan Polri akan mengusut tuntas kasus ini dan telah memerintahkan Kapolres untuk berkoordinasi intensif dengan Kejaksaan Negeri Pasaman agar para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.
"Kami tidak akan berhenti. Pelaku lainnya akan kami kejar dan proses hukum akan berjalan sampai tuntas," ujar Irjen Pol. Gatot Tri Suryana, sembari meminta Kapolres berkoordinasi intensif dengan Kejaksaan Negeri Pasaman.
Editor :Erick Donald Simanjuntak
Source : Rilis